Setiap bulan kamu kerja keras, tapi uang seperti lewat begitu saja?
Baru tanggal muda sudah deg-degan lihat saldo?
Kamu bukan satu-satunya, banyak orang merasa gaji UMR tak pernah cukup.
Padahal, bisa jadi bukan soal besar kecilnya gaji, tapi cara mengelolanya.
Lewat kisah Adin yang kalap FOMO, Dinda si sandwich generation yang ditarik sana-sini kebutuhan keluarga, hingga Rani yang mapan tapi tetap cemas biaya hidup, buku ini membuka realita yang sangat dekat dengan keseharian kita.
Ceritanya ringan, jujur, dan terasa nyata.
Tanpa istilah rumit, kamu diajak memahami bagaimana uang bekerja dan bagaimana seharusnya kamu mengendalikannya.
Bayangkan jika kamu tetap bisa nongkrong tanpa rasa bersalah, bisa mencicil utang sampai lunas satu per satu, dan mulai menabung tanpa merasa tersiksa.
Kamu belajar membedakan mana “ingin” dan mana “butuh”, memahami strategi debt snowball yang sederhana tapi efektif, serta menerapkan mindful spending agar setiap rupiah punya tujuan.
Bahkan ada inspirasi mencari tambahan penghasilan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama.
Buku Gaji UMR Bisa Kok Bertahan Hidup! karya Fadjar Sidiq Hidayatullah, CFP, WMI bukan teori kosong.
Ini refleksi pengalaman nyata yang relevan untuk siapa saja, baik yang baru mulai bekerja maupun yang sudah lama berjuang.
Gaya bahasanya membumi, mudah dipraktikkan, dan membantu membangun pola pikir finansial yang lebih sehat.
Jika kamu ingin berhenti merasa terjebak setiap akhir bulan dan mulai mengatur uang dengan lebih tenang, buku ini adalah langkah awalnya.
Saatnya membuktikan sendiri bahwa gaji UMR bisa cukup, asal tahu caranya.
Dapatkan bukunya sekarang dan mulai ubah cara pandangmu terhadap uang, mulai dari hari ini.