Bayangkan jika jabatan, aset, dan semua yang Anda miliki tiba-tiba hilang.
Siapa yang masih percaya kepada Anda?
Siapa yang bersedia mengangkat telepon dan membuka kesempatan baru?
Di dunia profesional, kompetensi memang dapat membuka pintu.
Namun, kepercayaanlah yang membuat seseorang ingin mengundang Anda masuk kembali.
Sayangnya, networking sering dianggap sebagai aktivitas penuh basa-basi, bertukar kartu nama, atau sekadar menambah kontak.
Padahal, relasi yang dibangun dengan tulus dapat menjadi salah satu bentuk kekayaan yang tetap bernilai ketika keadaan berubah.
Melalui buku The Wealth You Can’t Lose, Agung Setiyo Wibowo menunjukkan bahwa networking bukanlah bakat khusus yang hanya dimiliki orang ekstrover.
Networking merupakan keterampilan yang dapat dipelajari, termasuk oleh Anda yang sibuk, cenderung pendiam, atau kurang nyaman memperkenalkan diri.
Buku ini mengajak Anda memahami cara membangun hubungan tanpa terkesan memanfaatkan orang lain, menciptakan kepercayaan, merawat koneksi, dan membuka ruang bagi kolaborasi yang saling menguatkan.
Sebab, kesempatan berharga tidak selalu datang melalui lowongan terbuka.
Terkadang, peluang justru lahir dari percakapan sederhana, reputasi yang baik, dan seseorang yang mengingat Anda pada saat yang tepat.
Karier bertumbuh melalui kepercayaan. Bisnis berkembang melalui kolaborasi. Kehidupan pun terasa lebih kuat ketika Anda tidak harus berjalan sendirian.
Saatnya membangun kekayaan yang tidak dapat dicuri, tidak tergerus inflasi, dan tetap bermakna dalam berbagai keadaan.
Miliki buku The Wealth You Can’t Lose dan mulai bangun relasi yang tulus, kuat, serta bernilai untuk perjalanan hidup dan profesional Anda.